Follow Us @minuman.tehpucuk

Jumat, 08 Desember 2017

Advertorial

Daun Teh Terbaik Untuk Kesehatan



Advetorial - Teh merupakan minuman yang begitu melekat pada diri orang Indonesia. Teh selalu dijadikan andalan di berbagai kesempatan. Baik untuk menemani camilan sore ataupun menenangkan diri di waktu santai. Kebiasaan ini rupanya memiliki manfaat baik.Seperti kita ketahui teh memiliki kandungan antioksidan berupa polifenol dan katekin yang baik bagi kesehatan tubuh. Kandungan ini dapat menangkal radikal bebas, mencegah kanker dan dapat berfungsi sebagai antivirus.

Teh Pucuk Harum berasal dari daun teh pilihan yang diambil di bagian pucuk pohon teh. Daun teh ini memiliki aroma yang khas dan dapat menghasilkan rasa khas jika diolah dengan baik.


Teh pucuk harum terbukti memiliki khasiat sebagai penurun kadar lemak, kolesterol, kadar gula darah dan menjaga fungsi jantung. Bahkan, pada beberapa kasus daun teh dibagian pucuk  dapat berfungsi sebagai penghilang dahaga dan juga relaksasi.

Satu hal lagi yang menjadikan teh pucuk harum lebih istimewa dari jenis teh lain adalah rasanya yang lebih segar, lembut dan aromanya yang lebih harum. Keistimewaan ini berasal dari bedanya tingkat usia daun yang digunakan dan proses pengolahannya. 

Pada saat diolah teh lain melalui dua kali proses oksidasi dan fermentasi sehingga rasanya lebih pahit dan sepat. Sementara teh pucuk harum tidak melalui proses ini sehingga rasanya lebih ringan.

Untuk dapat menikmati rasanya yang istimewa dan semua manfaat kesehatannya, teh pucuk harus diproses dan disajikan dengan berkualitas juga. Daun teh bagian pucuk segar harus dipetik sebelum matahari menjadi terik, dan proses pengeringan harus dilakukan dengan suhu maksimal 60 C. Sementara penyajiannya harus dilakukan dengan air panas bersuhu dispenser.

Malas repot? Tenang saja, saat ini sudah tersedia the pucuk harum di dalam kemasan botol siap minum. Kenikmatan rasa dan manfaatnya dapat dinikmati kapan pun dan di mana pun. Selain itu teh pucuk harum tanpa pengawet dan bisa bertahan satu tahun.

1 komentar: